Jenis dan Fungsi Stop Kontak di Seluruh Dunia serta Cara Merawatnya

Pada masa kini hampir seluruh perangkat elektronik butuh sambungan dari sumber listrik yang biasanya dihubungkan oleh stop kontak. Keberadaannya dapat membantu untuk melindungi kabel ketika menggunakan perangkat elektronik dan membuatnya agar lebih aman.

Perlu diketahui juga bahwa ada berbagai jenis dan fungsi stop kontak yang cocok dipasang untuk rumah pribadi atau gedung perkantoran.

Pemilihan terminal listrik atau stop kontak sangat mempengaruhi fungsinya, begitu pun dengan bentuknya yang bervariasi sebab bentuk steker peralatan elektronik juga berbeda.

Bahkan beberapa terminal listrik memiliki bentuk yang beragam di negara tertentu, sehingga banyak butuh penyesuaian untuk peralatan listrik.

Di bawah ini akan disampaikan beberapa jenis dan fungsi stop kontak beserta cara merawatnya yaitu:

1. Jenis Stop Kontak di Seluruh Dunia

Jenis Stop Kontak

Sebelumnya telah disebutkan bahwa jenis dan fungsi stop kontak yang ada di setiap negara bervariasi, hal ini tentu berarti bahwa jenisnya berbeda. Beberapa negara mungkin akan menggunakan salah satunya atau jenis lainnya sesuai kebutuhan atau regulasi setempat.

Simak penjelasan di bawah ini yuk untuk mengetahui jenis-jenis terminal listrik dari berbagai belahan negara yaitu:

Stop Kontak Tipe C

Sebenarnya ada beberapa jenis dan fungsi stop kontak di negara lain mulai dari type A hingga N. Akan tetapi memang tidak semuanya ada dan dipakai di suatu wilayah. Khusus untuk terminal type C dipakai paling banyak wilayah di seluruh dunia hingga mencapai 30 negara dan salah satunya adalah Indonesia.

Stop kontak ini paling umum dan mudah ditemukan sebab penggunaannya lebih fleksibel. Bentuknya umum seperti yang sering dilihat dengan dua lubang koneksi untuk menyambungkan steker. Selain Indonesia, wilayah lain yang menggunakan terminal listrik ini misalnya wilayah pada benua Asia.

Tipe Schutz atau Stop Kontak F

Lanjut ke jenis dan fungsi stop kontak berikutnya ada type F atau disebut juga dengan stop kontak Schutz yang juga dipakai di Indonesia. Bentuknya hampir serupa dengan type C, namun stop kontak F mempunyai list atau garis pendek di bagian atas dan bawah sisi lubang.

Akan tetapi, penggunaannya juga dapat disambungkan dengan steker type C karena lebih fleksibel dan umum dipakai. Biasanya tingkat voltase yang dapat dihantarkan berkisar antara 220 sampai 240 volt.

Stop Kontak Type B

Kemudian ada terminal listrik yang mampu mengalirkan kapasitas voltase mulai 100 hingga 230 volt yaitu type B. Biasanya terminal listrik type B ditemukan di benua Amerika dan beberapa negara di Asia seperti Thailand, Taiwan, dan Jepang.

Mempunyai lubang yang berbentuk kotak berjumlah 2 buah berarah horizontal dan 1 lubang bulat yang berada di bagian atas.

Tipe A

Beralih ke jenis dan fungsi stop kontak yaitu type A yang mempunyai tegangan listrik antara 120 hingga 220 volt. Bentuknya hampir serupa dengan terminal listrik type B, namun hanya mempunyai lubang berjumlah 2 saja berbentuk kotak yang ada di sisi kanan dan kirinya.

Biasanya steker yang cocok untuk terminal listrik type A ini mempunyai bagian yang lebih besar dibandingkan lubang sisi yang lainnya. Stop kontak ini juga cukup mudah dan umum ditemukan karena digunakan oleh sekitar 27 negara di dunia.

Stop Kontak Type J

Pembahasan terakhir dari jenis terminal listrik mungkin berakhir pada type J, namun perlu diketahui ada begitu banyak jenis terminal listrik lainnya. Type J merupakan salah satu stop kontak unik yang hanya digunakan oleh 3 negara saja yaitu Liechtenstein, Maldives, dan Swiss. Mempunyai bentuk stasiun segi enam yang mirip dengan diamond dengan jumlah 3 lubang bulat.

2. Fungsi Stop Kontak

Setelah mengetahui jenis-jenis terminal listrik yang telah disampaikan, kini beralih ke pembahasan berikutnya yaitu memahami fungsi dari terminal listrik. Meskipun stop kontak mempunyai berbagai jenis dan bentuk yang berbeda namun fungsinya secara umum sama, kecuali pada penggunaan khusus tertentu.

Berikut ini akan dipaparkan mengenai fungsi umum stop kontak antara lain:

Menghubungkan Peralatan Elektronik

Tentu saja kegunaan terminal listrik yang pertama adalah menghubungkan peralatan yang membutuhkan sumber listrik melalui steker kabel. Terlebih lagi untuk peralatan yang memerlukan sumber listrik secara berkelanjutan seperti kulkas, televisi, WiFi, dan sebagainya, Tanpa terminal listrik, mungkin akan sulit karena perlu menyambungkan kabel peralatan tersebut ke terminal pusat yang berbahaya.

Memutus Arus Listrik

Terlepas dari jenis dan fungsi stop kontak adalah untuk memutus arus listrik, baik negatif maupun positif yang bergerak secara aktif. Pada arus sebuah listrik tentu terus berjalan, meskipun ada atau tidaknya peralatan elektronik yang menyambung.

Ini menjadi tugas dari terminal listrik untuk memutus arus listrik negatif dan positif agar tidak keluar dari jalur atau terminal.

Mengamankan Pengguna dari Sengatan Listrik Langsung

Terakhir dari fungsi terminal listrik sebenarnya sudah disampaikan sebelumnya yang menerangkan bahwa tanpa terminal listrik kabel harus disambungkan ke terminal pusat.

Nah penggunaan terminal listrik dapat menjadi batasan, khususnya bagi pengguna agar tidak terkena sengatan listrik. Biasanya jika muncul percikan api atau terasa tersengat listrik maka ada sesuatu yang rusak dari steker atau stop kontaknya.

3. Tips Menjaga dan Merawat Stop Kontak

Tidak jarang ketika akan menyambungkan steker ke stop kontak, muncul percikan api atu setruman kecil yang mungkin dianggap tidak berbahaya. Akan tetapi, jika dibiarkan terus menerus mungkin akan mengganggu aktivitas atau mengancam pengguna anak-anak. Khusus tambahan kali ini selain akan membahas jenis dan fungsi stop kontak, disampaikan juga cara merawat stop kontak yaitu:

Letakkan Di Tempat yang Tinggi

Pertimbangkan ketika memilih jenis dan fungsi stop kontak, namun pastikan juga untuk menjaga dan merawat stop kontak dengan baik. Letakkan terminal listrik di tempat tinggi, minimal dapat dicapai oleh orang dewasa atau dicapai kabel peralatan elektronik.

Hal ini dapat menjauhi kemungkinan dimainkan oleh anak-anak atau menjaga keadaannya tetap kering ketika situasi apapun.

Khususnya ketika memasang stop kontak di kamar, biasanya diletakkan lebih rendah untuk memudahkan menyambungkan lampu tidur atau charge ponsel.

Akan tetapi, lebih baik tidak dilakukan karena lebih rentan untuk basah atau mengancam orang lain yang tidak tahu. Langkah ini juga akan berguna ketika ada bencana alam seperti banjir karena mengurangi terjadinya korsleting listrik.

Langsung Perbaiki Stop Kontak yang Sudah Longgar

Saran selanjutnya untuk menjaga dan merawat terminal listrik adalah langsung mengambil tindakan ketika stop kontak mulai longgar. Disarankan juga memegang stasiun terminal listrik ketika akan melepaskan steker agar stop kontak tidak mudah longgar atau bahkan kabelnya terlihat.

Ketika dibiarkan, terminal listrik akan berkurang kemampuan perlindungannya dan meningkatkan kemungkinan korsleting.

Itulah sedikit informasi yang dapat disampaikan mengenai jenis dan fungsi stop kontak beserta cara merawatnya agar terhindari dari arus pendek listrik.

Perhitungan jumlah terminal listrik pada sebuah bangunan juga harus dikonsultasikan dan menyesuaikan dengan kapasitas voltase yang dimiliki.

Sebab jika tidak, maka listrik akan turun atau tiba-tiba mati yang akan menyebabkan kerusakan pada alat elektronik.

Rate this post

Leave a Comment