Sistem Kelistrikan Sepeda Motor

Jika berbicara tentang sistem kelistrikan sepeda motor, tentu akan membahas sesuatu yang sangat penting.

Karena memang komponen tersebut berperan sebagai sumber dari persediaan arus listrik.

Jika tidak ada alat ini, maka dapat dipastikan kalau motor akan sulit berjalan, bahkan mungkin tidak bisa.

Untuk uraian lebih jelasnya, bacalah penjelasan berikut:

Pembagian Jalur dalam Sistem Kelistrikan Motor

Sistem kelistrikan pada sepeda motor merupakan gabungan antara beberapa jalur sekaligus. Dan semuanya itu sama pentingnya bagi kendaraan.

Hal ini pun perlu diketahui bagi para pecinta otomotif yang ingin memodifikasi motornya.

Karena menjadi komponen penting, jika ada kesalahan saat pembongkaran maka akan mengganggu kinerja motor.

Dan inilah jalur tersebut:

1. Pengapian

Pertama ini adalah jalur yang dipakai sebagai tempat untuk melakukan pembakaran.

Karena alasan itulah dinamakan sebagai jalur pengapian.

Arus yang dihasilkan oleh komponen tersebut nantinya akan dikirimkan kepada kumparan besi.

Di dalamnya pun masih dibagi menjadi dua jalur lagi, yakni direct current serta alternatif current.

Saat dibongkar, maka akan terlihat perbedaannya.

Alternatif Current atau yang juga kerap disebut AC sendiri merupakan jalur pengapian yang umumnya terdapat pada sepeda motor keluaran lama.

Mesin yang digunakan masih berupa karburator.

Sedangkan Direct Current (DC) tergolong dalam inovasi yang paling baru dan tergolong sudah modern.

Dan untuk mesinnya berjenis injeksi.

2. Penerangan

Penerangan merupakan jalur berikutnya yang juga terdapat di dalam sistem kelistrikan sepeda motor.

Tidak jauh berbeda dari sebelumnya, di sini pun dibagi menjadi dua macam. Yang pertama ada pada kendaraan lama, yakni bernama AC.

Dan yang kedua menggunakan mesin modern dan dioperasikan memakai voltase aki, yang mana sering disebut DC.

Jalur inilah yang berperan penting menyalurkan energi yang dihasilkan kepada semua komponen penerangan di kendaraan.

Mulai lampu bagian depan, sein, juga diperlukan dalam rem setir.

Jadi bisa dibayangkan bagaimana alat ini bekerja dengan mumpuni untuk hasil maksimal.

Arus listrik yang dimiliki dalam jenis jalur kedua tersebut bisa dikatakan lebih halus.

3. Pengisian

Pembagian terakhir ini juga sama-sama mempunyai tugas yang signifikan.

Pengisian adalah sebuah komponen yang mana fungsinya sebagai pendorong jalannya kedua jalur yang telah dijelaskan.

Selain itu, tugasnya yaitu menjadi jalur yang berguna untuk menyalakan semua sistem kelistrikan pada kendaraan roda dua.

Jika ingin melakukan pembongkaran, jalur pengisian posisinya adalah tegak lurus dimulai dari spul hingga regulator.

Sesudah melewati mesin tersebut, nantinya akan bercabang menjadi dua jalur lagi.

Saat proses pembakaran terkadang masih ada arus yang tersisa dan tidak terpakai. Nantinya, itu akan diakumulasikan ke dalam aki.

Komponen Penting dalam Sistem Kelistrikan

Komponen Penting dalam Sistem Kelistrikan

Sama seperti alat-alat yang lain, sistem kelistrikan sepeda motor juga tersusun atas beberapa komponen. Yang mana semua itu saling berhubungan.

Komponen ini akan selalu bekerja sama untuk menghasilkan arus listrik dalam tingkat optimal.

Agar lebih mengenal komponennya, langsung simak ulasannya berikut:

1. Spul

spul

Nama lain dari komponen pertama ini adalah generator.

Mesin tersebut berperan sebagai sumber dari arus listrik yang terdapat di dalam motor.

Cara kerjanya yaitu menjadikan AC sebagai DC, yakni menyearahkan arus yang mulanya adalah bolak-balik.

Untuk motor varian baru harganya cukup mahal. Seperti halnya pada Honda Beat mencapai Rp 530 ribu.

Bentuk dari spull yaitu berupa kawat dari tembaga yang dililitkan.

Nantinya, jumlah lilitan tersebut dapat dipakai untuk melihat seberapa besar tegangan yang akan dihasilkan.

Mesin ini pun dapat mengalami kerusakan jika suhunya terlalu panas. Selain itu, lamanya pemakaian juga bisa memberikan dampak.

Apalagi jika sampai terjadi korsleting.

2. Kiprok

kiprok

Tenaga yang dihasilkan oleh spull selanjutnya akan diteruskan kepada komponen yang kedua, yakni kiprok.

Yang mana dalam dunia otomotif juga kerap dikatakan sebagai regulator. Perannya sendiri yaitu menjadi penyearah arus.

Jika awalnya bolak-balik, maka akan dijadikan searah.

Arus tersebut nantinya untuk mengisi aki, lalu disalurkan ke bagian lampu ataupun starter.

Selain sebagai penyearah, fungi lainnya yaitu menjadi komponen penstabil.

Sama seperti mesin lainnya, alat ini juga mungkin saja terjadi kerusakan.

Hal yang sering menyebabkan adalah saat mengalami overheating.

Kualitas produk pun dapat mempengaruhi keawetan alat tersebut.

3. Wiring

wiring

Kelistrikan pada kendaraan roda dua tidak dapat berjalan jika alat ketiga ini ditiadakan.

Sebab wiring atau kabel berfungsi untuk menyalurkan arus dari satu komponen menuju yang lainnya.

Karena kegunaan itulah, para pemilik motor harus rutin melakukan pengecekan agar lebih terawat.

Selain itu, usahakan tidak tumbuh jamur atau kotoran pada soket.

4. Aki

aki motor

Apakah lebih suka menyalakan motor dengan menggunakan starter daripada cara manual? Jika iya, maka harus tahu bahwa di sinilah aki berperan penting.

Sebab baterai tersebut dapat menyimpan arus DC ketika mesin dalam kondisi tidak menyala.

Komponen ini harus rutin dirawat karena sering mengalami soak.

Khususnya saat kendaraan mengalami penurunan performa.

5. Sekring

sekring motor

Yang terakhir ini adalah komponen yang tugasnya sebagai pengaman.

Ketika alat tersebut mendeteksi adanya kerusakan pada kendaraan, maka secara otomatis akan memutus aliran listrik.

Sehingga hal ini mampu mencegah adanya korsleting. Tapi perawatan dari sekring harus diperhatikan benar.

Terutama jika muncul tanda seperti klakson tidak bersuara nyaring.

Kerusakan pada sekring bisa diakibatkan oleh beberapa sebab.

Yang paling sering adalah adanya beban berlebihan pada listrik. Kualitas produk juga menjadi pengaruh.

Begitu pun ketebalan dari kawat yang ada di komponen tersebut.

Itulah uraian lengkap mengenai sistem kelistrikan sepeda motor dengan jenis dan komponen utamanya.

Sebagai pemilik kendaraan, tentu tidak boleh abai dengan mesin-mesin seperti ini. Apalagi motor menjadi alat mobilitas yang paling praktis.

Jika ditemukan penurunan performa, maka harus segera dibawa ke bengkel untuk dilakukan perbaikan.

Rate this post

Leave a Comment