Rangkaian Listrik Tertutup dan Terbuka

Definisi dari rangkaian listrik yaitu interkoneksi dari berbagai komponen yang berperan untuk melakukan perubahan energi.

Rangkaian listrik tertutup dan terbuka menjadi sebuah konsep yang mendasar dan sangat penting dalam ilmu elektronika.

Sehingga, ketika seseorang yang hendak membuat suatu rangkaian elektronika, memahami kedua konsep dasar tersebut menjadi sebuah keharusan.

Rangkaian listrik dapat merubah suatu energi menjadi bentuk energi listrik.

Perubahan tersebut disebabkan oleh adanya aliran elektron yang berasal dari beban, biasanya berupa alat elektronik.

Rangkaian terbuka dan tertutup menjelaskan, apakah suatu rangkaian listrik mampu merubah energi menjadi energi listrik atau tidak, berikut lebih jelasnya:

Rangkaian Listrik Tertutup dan Terbuka

Berdasarkan ilmu elektronika, rangkaian listrik tertutup didefinisikan sebagai komponen listrik yang ujung kabelnya tersambung dengan kutub positif dan negatif.

Dimana kedua kutub tersebut menjadi jalur aliran arus listrik.

Contohnya, lampu yang sering digunakan sehari-hari, lampu tersebut bisa menyala jika disusun menggunakan rangkaian tertutup.

Sedangkan rangkaian listrik terbuka ialah suatu komponen listrik dimana tidak terdapat elemen penghubung ujung kabel dengan sumber arus.

Tidak adanya elemen penghubung antara kabel dan sumber arus tersebut menyebabkan rangkaian ini tidak memiliki jalur untuk mengalirkan arus listrik.

Maka dari itu, rangkaian ini juga sering disebut dengan rangkaian terputus.

Apa Bedanya Rangkaian Listrik Tertutup dan Terbuka?

Setelah memahami konsep dasar rangkaian listrik, akan lebih baik jika mengetahui juga apa perbedaan dari kedua rangkaian tersebut.

Pasalnya, kedua jenis rangkaian tersebut memang tidak sama.

Penasaran apa saja perbedaanya? Dibawah ini penjelasan lengkapnya.

  • Jalur untuk aliran energi. Rangkaian listrik tertutup, mempunyai jalur lengkap yang memungkinkan energi listrik mengalir secara aktif dari sumber energi. Sedangkan pada rangkaian terbuka jalur rangkaiannya tidak lengkap, sehingga tidak terdapat aliran listrik.
  • Aliran arus listrik. Rangkaian terbuka tidak memiliki aliran arus listrik, elemennya tidak tersambung dengan sumber energi. Sebaliknya, aliran arus listrik dapat mengalir melalui kutub yang bermuatan negatif menuju kutub bermuatan positif dalam rangkaian tertutup.
  • Beda potensial. Arus listrik yang mengalir sangat dipengaruhi oleh beda potensial pada. Apabila di analisis, rangkaian terbuka dianggap tidak mempunyai beda potensial. Berbanding terbalik dengan rangkaian tertutup yang mempunyai beda potensial.
  • Sifat. Rangkaian tertutup bersifat sebagai penghantar arus melewati komponen yang mana menjadi sumber energi yang tersambung pada rangkaian, misalnya baterai. Namun, rangkaian terbuka memiliki sifat yang tidak mampu menjadi penghantar arus listrik.
  • Kondisi rangkaian. Perbedaan terakhir antara kedua rangkaian tersebut adalah terletak pada kondisi rangkaiannya. Rangkaian tertutup menduduki posisi sebagai tombol OFF atau mati, sedangkan rangkaian yang terbuka berkedudukan sebagai tombol ON.

Pada rangkaian terbuka, hanya terdiri satu sumber energi yang tersambung dengan beban yang menjadi penghantar listrik.

Namun, pada rangkaian tertutup, didalamnya ada bagian yang tertutup sumber tegangan dan beban yang saling terhubung pada rangkaian.

Maka dari itu, supaya dapat menghasilkan rangkaian listrik yang dapat bekerja sebagaimana mestinya dalam rangkaian tertutup, maka perlu ditambah saklar.

Dengan demikian, rangkaian listrik dapat dihidupkan dan dimatikan menggunakan saklar yang terpasang pada rangkaian.

Elemen Listrik

Bagian rangkaian listrik yang bisa membentuk tegangan, dinamakan juga dengan sumber tegangan merupakan definisi dari elemen listrik.

Perlu diketahui, tegangan listrik yang terletak dalam sumber tegangan dimana belum memiliki aliran listrik disebut dengan istilah gerak gaya listrik.

Terdapat 2 macam rangkaian elemen listrik, berikut ulasan lengkapnya:

1. Rangkaian Paralel

rangkaian pararel

Susunan elemen paralel, memiliki besar tegangan pada seluruh elemen dan pada setiap elemen yang sama besar.

Penggunaan susunan elemen paralel memiliki tujuan untuk menghemat pemakaian sumber tegangan.

Sehingga batu baterai yang digunakan dalam rangkaian paralel lebih awet.

Hanya saja penggunaannya membuat arus listrik yang mengalir menjadi kecil, sebanding dengan besar tegangan yang mengalir.

Dalam susunan ini terdapat gerak gaya listrik yang nilainya sama dengan besar tegangan yang ada pada setiap elemen yang terpasang.

Misalnya, terdapat 3 baterai pada rangkaian paralel, dimana memiliki tegangan masing-masing 2 volt, sehingga gerak gaya listriknya adalah 2 Volt.

2. Rangkaian Seri

rangkaian seri

Pada senter dan mainan anak yang terdapat baterai didalamnya, biasanya menggunakan rangkaian elemen ini.

Pemasangan rangkaian ini ditujukan agar dapat tegangan yang mengalir lebih besar dan otomatis akan memperbesar arus listriknya.

Hanya saja, penggunaan rangkaian ini dapat menyebabkan baterai tidak awet, karena terjadi pemborosan terhadap baterai yang dipakai.

Sama seperti pada rangkaian elemen sebelumnya, dalam rangkaian seri, besar gerak gaya listrik.

Hanya saja dalam rangkaian ini, besarnya nilai gerak gaya listrik diperoleh dari menjumlahkan semua elemen yang terdapat dalam rangkaian.

Sebagai contoh, terpasang 3 yang mana masing-masing memiliki tegangan 2 volt, maka besar gerak gaya listriknya adalah 6 volt.

Hambatan Listrik

Sesuai dengan namanya, hambatan listrik merupakan bagian dalam rangkaian listrik yang menjadi penghambat aliran arus listrik dalam rangkaian.

Hambatan listrik terbagi menjadi 2 macam hambatan.

Terdapat hambatan yang asalnya dari dalam sumber tegangan dan dari luar sumber tegangan.

Selain itu, rangkaian hambatan listrik, juga terbagi menjadi 2 macam, berikut penjelasan lengkapnya:

1. Rangkaian Paralel

Rangkaian hambatan paralel memiliki percabangan yang banyak, biasanya rangkaian seperti ini akan digunakan untuk pemasangan lampu di dalam rumah.

Besar tegangan yang ada di setiap hambatan yang terpasang dengan besar tegangan dari sumber tegangan nilainya sama.

Hanya saja, memiliki kuat arus yang antara hambatan satu dengan hambatan yang lain.

Rangkaian ini mampu memperkecil nilai hambatan listrik, dikarenakan pembagian arus listrik yang berbeda dalam setiap hambatan.

Jika hambatan arus listrik yang putus pada rangkaian ini, maka pada hambatan lain tetap tersambung.

Misalnya, dalam rumah terdapat lampu yang mati di ruangan tertentu, maka masih ada lampu yang menyala di ruangan lain.

2. Rangkaian Seri

Susunan hambatan seri dibuat secara lurus menggunakan kabel yang disusun tanpa belokan atau percabangan.

Kuat arus yang mengalir dalam setiap hambatan dan di seluruh rangkaian seri sama besar.

Selain itu, hambatan yang letaknya semakin jauh dari sumber tegangan, besar tegangan jepitnya akan mengecil.

Besar hambatan di seluruh rangkain ini dapat diperoleh dengan menjumlahkan besarnya seluruh hambatan yang ada.

Penggunaan rangkaian ini dapat memperbesar hambatan pada rangkaiannya.

Berbeda dengan rangkaian paralel, dalam rangkaian seri jika terdapat hambatan yang putus arus listriknya, maka seluruh hambatan akan ikut terputus.

Demikianlah informasi yang membahas secara lengkap rangkaian listrik tertutup dan terbuka beserta rangkaian hambatan listrik.

Konsep dasar ini wajib diketahui jika berkeinginan untuk membuat rangkaian elektronika, agar hasilnya dapat bekerja sempurna.

Untuk mendapatkan penjelasan yang lebih lengkap lagi, dapat dibarengi dengan membaca buku yang membahas hal yang sama.

Bisa juga dengan mencari informasi dari sumber lain, seperti Youtube maupun Google.

Baca Juga Pengertian dan Fungsi Panel Listrik

Leave a Comment