Perbedaan Besi dan Baja

Tentu tidak asing dengan bahan baja dan besi, tetapi apakah dapat membedakannya satu sama lain? Mengetahui perbedaan besi dan baja diperlukan.

Pasalnya fungsi dan sifat kedua bahan ini berbeda jika diaplikasikan kepada bangunan atau suatu alat tertentu.

Seringkali ketika menemukan sesuatu alat yang kokoh, orang awam sering menyebutnya dibuat dari dengan besi.

Sebagai tambahan informasi saja bahwa ada juga persamaan kedua material tersebut yakni memiliki kandungan logam yang dapat dimanfaatkan menjadi bahan utama.

Selain itu, keduanya memiliki fungsi unik yang kuat, meskipun kekuatan dan kapasitas maksimalnya berbeda.

Semakin penasaran untuk mengetahui perbedaan besi dan baja bukan? Yuk simak penjelasannya berikut ini:

1. Kandungan Material Besi dan Baja

Perbedaan besi dan baja yang pertama dapat diketahui karena keduanya memiliki kandungan dan susunan material yang berbeda.

Pada besi, kandungan dan susunannya terjadi secara alami atau murni dari alam yaitu kandungan besi.

Oleh karena itu, biasanya proses pemanfaatannya hanya mengambil biji besi kemudian diolah sesuai kebutuhan menjadi beragam peralatan atau perlengkapan.

Di sisi lain, pada baja tidak terbentuk secara murni atau alami dari alam melainkan perlu beberapa proses campuran sehingga menghasilkan material yang disebut dengan baja.

Beberapa material tersebut antara lain karbon, fosfor, sulfur, dan sebagainya yang dipadukan sesuai takaran yang tepat.

Singkatnya baja memiliki proses yang agak rumit dan panjang untuk mengubahnya menjadi suatu alat.

2. Pemanfaatan dan Penggunaan Bahan

Pertimbangan untuk memilih, tentu perlu tahu perbedaan besi dan baja sehingga dapat dimanfaatkan dan diaplikasikan sesuai keinginan.

Material besi sebenarnya cukup tersedia banyak dan sering digunakan dalam campuran ketika melakukan proses pembangunan.

Sementara itu, bahan baja sering dipakai untuk membangun alat penyeberangan, rel, kereta, hingga perabotan rumah tangga.

3. Efek Penggunaan Jangka Waktu Lama

Selanjutnya adalah perbedaan besi dan baja dalam segi efek penggunaannya, jika pemanfaatannya pada alat yang benar maka dapat menambah masa umur penggunaannya.

Akan tetapi, penggunaan besi cukup rentan berkarat dibandingkan baja sehingga cukup mudah untuk rusak.

Terlebih lagi jika penggunaannya terkena air atau udara secara langsung akan membuatnya lebih cepat berkarat.

Sedikit berbeda dari besi, baja mempunyai pertahanan yang cukup kuat dari karat tetapi tidak berarti terhindar dari karat.

Beberapa jenis baja, misalnya baja ringan juga rawan untuk berkarat dan harus diberikan lapisan dan cat pelindung agar terhindar dari karat.

Oleh karena itu mengapa baja menjadi bahan dari jembatan atau rel kereta karena tidak mudah berkarat.

4. Karakteristik dan Sifatnya

Berikutnya perbedaan besi dan baja yaitu dalam karakteristik bahan tersebut yang dapat digali lebih di beragam aspek.

Pertama pada segi keelastisan yang lebih tinggi daripada besi karena lebih fleksibel dibanding baja.

Di sisi lain, baja akan sulit untuk dibentuk dan kaku meskipun bukan berarti tidak dapat dibentuk sama sekali dan lebih membutuhkan usaha.

Kedua dalam segi kekuatan dan keras yang dipunyai oleh baja sedikit tinggi dibanding besi, selain disebabkan oleh sifat yang kaku tetapi karena adanya karbon di dalam.

Material bahan yang mengandung karbon biasanya akan lebih keras dan kuat.

Berbanding terbalik, besi yang lebih fleksibel ini mengurangi kekuatannya dan sifat kerasnya juga lebih rendah dari baja.

Lalu perbedaan besi dan baja ketiga adalah pemilik daya redam dari bunyi yang muncul oleh baja agak baik dibanding besi.

Itulah mengapa baja cukup banyak digunakan pada pembangunan jalan seperti jembatan atau rel kereta.

Ditambah, baja mampu menyimpan suara dan tidak menimbulkan suara balik yang nyaring seperti besi ketika terkena getaran.

5. Cara Memperoleh Bahan

Seperti yang telah dibahas pada beberapa poin sebelumnya bahwa besi merupakan bahan murni yang terbentuk secara alami dan sepertinya akan sulit untuk dibuat manusia.

Oleh karena itu kehadirannya sangat tergantung pada alam, tetapi sebagai informasi juga bahwa keberadaan besi di alam cukup banyak.

Selain itu, pada baja tentunya harus melewati beberapa proses untuk menggabungkan bahan antara lain alloy, sulfur, dan sebagainya.

Kemudian dilakukan pencetakan dan pembentukan untuk memperoleh bentuk baja yang dibutuhkan.

Untuk bisa menghasilkan baja, waktu yang dibutuhkan untuk membuatnya juga tidak sedikit dan harus sesuai persentase bahan yang tepat.

6. Proses Ketika Dipotong

Ketika terkena gerinda, efek yang dihasilkan pada setiap material berbeda termasuk di dalamnya besi dan baja.

Normalnya ketika dipotong, logam akan mengeluarkan bunga api yang memercik.

Pada baja, efek bunga api akan lebih sedikit sebab yang terkandung cukup sedikit.

Berbeda dengan besi yang ketika terkena gerinda akan menghasilkan bunga api yang cukup besar percikannya.

7. Harga Bahan Di Pasaran

Terakhir adalah perbedaan antara kedua material ini apabila dilihat dari harga pasaran yang ada.

Umumnya harga yang ditawarkan untuk baja akan lebih mahal sebab membutuhkan beberapa gabungan bahan dan waktu pembuatan yang lama.

Ada berbagai jenis baja tergantung kandungannya, misalnya pada baja Wide Flange berukuran 150 x 60 meter dihargai 1.3 juta rupiah.

Untuk harga besi di pasaran dapat dianggap lebih murah dibanding baja karena proses yang dibutuhkan juga cukup cepat dan memperoleh dari alam.

Misalnya pada satu lembar besi Wiremesh 8 mm dihargai pada kisaran 700 ribuan.

Itulah beberapa perbedaan besi dan baja yang setidaknya harus diketahui oleh orang awam agar dapat mempertimbangkan ketika memilih bahan tersebut.

Akan lebih baik, apabila mengetahui kelebihan dan kekurangan dari baja dan besi agar pertimbangannya dapat semakin matang.

Demikian dahulu penjelasan kali ini mengenai perbedaan material baja dan besi serta semoga bermanfaat.

Artkel terkait: Jenis Besi Konstruksi

Rate this post

Leave a Comment