Penyebab Frekuensi Genset Tidak Stabil

Bukan hanya diperuntukan bagi industri besar saja, kini penggunaan genset juga banyak dipakai oleh rumah tangga sebagai alternatif untuk mendapatkan sumber listrik.

Meskipun dapat membantu mendapatkan listrik, terkadang genset mengalami beberapa masalah.

Misalnya output dihasilkan tak ajek, penyebab frekuensi genset tidak stabil itu kemungkinan karena imbas kerusakan komponen mesin.

Hal ini perlu diperhatikan bagi para pengguna genset.

Pasalnya jika output yang dihasilkan genset tak stabil nantinya berimbas pada barang elektronik yang menggunakan genset sebagai sumber listrik.

Oleh sebab itu pahami beberapa penyebab yang menyebabkan output dari genset tak stabil dan Langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasinya, berikut ini:

Penyebab Frekuensi Genset Tak Stabil

Genset merupakan peralatan yang berfungsi untuk menghasilkan listrik.

Cara kerjanya yaitu dengan mengubah energi gerak yang dihasilkan oleh perputaran mesin sehingga menghasilkan listrik.

Dengan adanya genset bisa memudahkan manusia dalam melakukan banyak hal.

Alat tersebut bisa menjadi alternatif dan juga sumber listrik cadangan pada saat darurat, acara besar, hingga kebutuhan konstruksi.

Namun jika arus listrik yang dihasilkan tak stabil justru akan menimbulkan kerusakan pada barang elektronik yang disambungkan.

Untuk itu pahami beberapa penyebab frekuensi genset tidak stabil saat digunakan.

Faktor yang mempengaruhinya beragam. Untuk mengetahui lebih lengkap, ini dia beberapa penyebab dan penjelasannya:

1. Gerakan Mesin Tak Konstan

Generator memiliki fungsi penting sebagai sumber energi mekanik genset.

Oleh sebab itu putaran mesin harus stabil, tidak tinggi-rendah.

Normalnya kecepatan putar mesin tersebut adalah 1500rpm.

Apabila mesin berputar dengan kecepatan lebih tinggi atau rendah bisa menjadi salah satu faktor penyebab frekuensi genset tidak stabil.

2. Karburator Kotor

Berikutnya, faktor penyebab frekuensi genset yang tidak stabil adalah karena karburator kotor.

Kondisi demikian dapat menyebabkan kerja mesin tak maksimal.

Biasanya jika ada kotoran pada karburator ditandai dengan bunyi yang dihasilkan tidak mulus dan tersendat-sendat.

3. Kekurangan Oli

Agar dapat bekerja dengan maksimal, mesin membutuhkan pelumas berupa oli.

Kegunaan oli pada mesin tersebut adalah untuk menghindari gesekan pada mesin ketika bekerja agar tidak terjadi kerusakan.

Kurangnya oli dapat mengganggu kinerja mesin sehingga menyebabkan frekuensi yang dihasilkan menjadi tak stabil.

4. Komponen AVR Mengalami Kerusakan

Berikutnya, kerusakan pada bagian AVR juga merupakan penyebab frekuensi genset tidak stabil.

Penting diketahui bahwa AVR ini adalah bagian mesin yang bertugas untuk mengatur stabilitas output dari genset.

AVR akan menurunkan tegangan jika terlalu tinggi dan melakukan sebaliknya.

Oleh sebab itu jika AVR mengalami kerusakan stabilitas tegangan tak terkendali, sehingga output-nya menjadi tak stabil.

Apabila output tak stabil tentunya dapat beresiko bagi peralatan elektronik yang tersambung.

Listrik yang tak stabil dari genset ini bisa mengakibatkan kerusakan pada barang elektronik.

5. Terdapat Komponen yang Longgar

Frekuensi genset tak stabil juga dapat diakibatkan oleh sambungan yang sudah longgar.

Oleh sebab itu pengguna harus rajin untuk memeriksa setiap bagian genset termasuk bagian kecil seperti sambungan.

Ketika melakukan pengecekan periksa semuanya masih lengkap dan tak ada yang terlepas.

Selain sambungannya periksa juga semua kabel.

Apabila menemukan kabel rusak seperti kondisinya terputus atau mengelupas hal tersebut merupakan salah satu penyebab frekuensi yang dihasilkan genset menjadi tidak konstan.

Kabel tersebut apabila sudah terkelupas atau koyak perlu untuk segera diperbaiki.

Pasalnya hal tersebut bisa berimbas pada perangkat elektronik yang sedang digunakan.

6. Adanya Kerusakan di Bagian Governor

Sumber energi merupakan komponen penting agar mesin dapat bergerak.

Mesin genset menggunakan bensin, diesel, propane atau bisa juga menggunakan gas alam sebagai sumber energi.

Pada genset governor berfungsi untuk mengatur penyaluran sumber energi dari tangki penyimpanan ke mesin.

Apabila mesin berputar dengan lambat governor akan terbuka dan mengalirkan sumber energi yang lebih banyak.

Hal sebaliknya jika mesin berputar dengan kecepatan tinggi, governor mengurangi aliran sumber energi.

Oleh sebab itu jika terjadi kerusakan pada governor akan menyebabkan masalah pada kerja genset.

Hal tersebut tentunya akan berimbas pada frekuensi genset sehingga menjadi tak stabil.

Cara Mengatasi Frekuensi Genset Tak Stabil

Penjelasan di atas adalah faktor penyebab frekuensi genset tidak stabil.

Sebagai pengguna genset tentunya tidak ingin hal tersebut terjadi.

Oleh sebab itu dengan memahami penyebabnya pengguna genset bisa mencari cara untuk mengatasinya, seperti menggunakan beberapa cara berikut ini:

1. Isi Sumber energi dan Oli Sesuai Kebutuhan

Untuk mengatasi tegangan listrik genset yang tak stabil ini adalah dengan memeriksa sumber energi dan juga pelumas serta memastikannya telah sesuai.

Genset butuh adanya sumber energi agar dapat bekerja dan pelumas untuk melindungi kerusakan pada komponen mesin karena gesekan yang terjadi.

Selain itu oli juga akan berperan untuk mendinginkan mesin ketika bekerja terlalu lama.

Oleh sebab itu, beri oli pada mesin sesuai dengan takarannya jangan sampai kurang.

Pada mesin genset 4 tak lampu indikator akan menyala otomatis jika mesin kekurangan oli.

Selain itu pastikan juga sumber energi yang digunakan mengalir ke mesin dalam kondisi bersih.

Periksa filter dan saluran pada mesin, apabila terdapat kotoran segera bersihkan.

2. Bersihkan Karburator

Diantara penyebab frekuensi genset tidak stabil adalah adanya kotoran pada karburator.

Kotoran yang menumpuk dapat menyebabkan suplai udara terhambat.

Dengan demikian akan menyebabkan pembakaran juga terhambat sehingga tenaga mesin untuk bekerja menjadi berkurang.

Oleh sebab itu lakukan servis karburator untuk membersihkan bagian tersebut.

3. Ganti Governor

Sebagai komponen yang berfungsi untuk mengatur sirkulasi sumber energi, governor sangat berperan penting pada kinerja genset.

Untuk menjaga gerakan mesin tetap stabil, governor akan mengatur seberapa besar sumber energi yang dialirkan ke mesin.

Apabila governor mengalami kerusakan segera ganti agar tidak terjadi kerusakan yang lebih besar.

4. Cek Kabel Mesin

Berikutnya yang bisa dilakukan ketika pengguna genset mengalami masalah serupa adalah dengan melakukan pemeriksaan terhadap sambungan dan juga kabel.

Cek semua kabel beserta sambungan dan memastikannya berada dalam kondisi yang baik.

Apabila kerusakan atau ada yang terlepas sebaiknya segera perbaiki.

5. Ganti AVR

Frekuensi genset menjadi tak stabil merupakan akibat dari kerusakan pada AVR.

Untuk itu lakukan pemeriksaan pada AVR, apabila settingan AVR tidak bermasalah namun frekuensi genset yang dihasilkan tak stabil, terdapat kemungkinan bahwa komponen AVR mengalami kerusakan.

Jika terjadi kerusakan AVR berarti harus segera diganti.

Itu tadi adalah beberapa penyebab frekuensi genset tidak stabil.

Apabila pengguna mengalami masalah serupa, bisa menggunakan cara yang disebutkan di atas.

Lakukan pemeriksaan dan juga mengganti bagian yang terindikasi rusak.

Dengan demikian genset akan bisa kembali bekerja dengan normal sehingga tak akan membahayakan peralatan elektronik yang tersambung karena tegangan yang tak stabil dari genset.

Rate this post

Leave a Comment