Pengertian Relay

Listrik sudah menjadi bagian penting dari keseharian manusia.

Namun dari sekian banyak penggunaan listrik dalam kehidupan sehari-hari, ada bagian penting yang jarang diketahui. Bagian penting dari listrik tersebut bernama relay.

Apakah sebenarnya pengertian Relay? Apa saja jenis dan fungsinya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Apa Itu Relay?

Jika berbicara tentang listrik, satu bagian yang tidak boleh terlewatkan adalah Relay.

Namun sepertinya kata-kata ini masih asing di telinga. Kalau begitu, apa pengertian Relay itu? Relay adalah salah satu komponen dalam dunia listrik.

Untuk mempermudah pemberian gambaran tentang relay, relay tidak lain tidak bukan adalah yang biasa disebut saklar atau juga switch.

Bagian ini tentu menjadi bagian yang sangat penting pada sebuah rangkaian listrik.

Relay akan berguna untuk memulai atau menghentikan sebuah aliran listrik. Juga berperan penting dalam berfungsinya sebuah alat listrik karena tanpa relay, sebuah alat listrik mungkin tidak akan mengalami pergerakan.

Relay memanfaatkan prinsip kerja elektromagnetik dalam penggunaannya. Peran relay adalah mengubah aliran listrik dengan elektromagnetik.

Kemudian perubahan tersebut akan menggerakkan listrik dari kontak saklar.

Perubahan aliran listrik melalui reaksi elektromagnetik kemudian memunculkan aliran arus listrik yang tinggi meski suplai yang didapatkan kecil.

Apa Saja Ragam Relay yang Bisa Ditemui?

Perannya yang sangat penting membuat penggunaan relay dapat dijumpai di setiap instalasi listrik.

Penggunaannya yang bermacam-macam membuat relay didesain dengan berbagai jenis.

Jenis-jenis relay yang dibuat telah disesuaikan dengan kebutuhan penggunaannya masing-masing.

Berikut ini adalah jenis-jenis relay yang biasa dijumpai:

1. Relay Elektromagnetik

Relay Elektromagnetik

Relay yang pertama adalah relay yang memanfaatkan koil untuk menghidupkan gelombang elektromagnetiknya.

Koil ini nantinya akan bekerja bersama dengan kontak mekanis.

Hal ini menyebabkan saat koil diaktifkan, kontak mekanis akan membuka atau menutup sesuai dengan pergerakan yang diberikan dari elektromagnetik oleh koil operasi.

2. Solid State Relay

Solid State Relay

Sesuai namanya, Solid State Relay (SSR) merupakan relay dengan komponen tetap.

Saat melakukan switching relay ini tidak akan memindahkan bagian apapun dari komponennya.

Selain itu daya yang dikeluarkan SSR sangat rendah namun bisa menghasilkan daya yang lebih tinggi.

Hal ini membuat SSR lebih diunggulkan daripada Relay Elektromagnetik biasa.

3. Relay Hibrida

Relay Hibrida

Relay Hibrida menggabungkan Relay Elektromagnetik dengan beberapa komponen listrik.

Dari penggabungan tersebut, akan muncul fungsi relay sebagai perbaikan terhadap beberapa fungsi kontrol yang memiliki masalah.

Namun dari segi daya yang dihasilkan, kualitasnya sama dengan kualitas listrik keluaran Relay Elektromagnetik biasa.

4. Relay Termal

Relay Termal

Sesuai dengan namanya, Relay Termal memanfaatkan perubahan suhu di sekitarnya untuk bisa bekerja.

Dalam hal ini, suhu yang digunakan adalah suhu panas.

Suhu panas akan dimanfaatkan oleh Relay Termal untuk menggerakkan kontak ke posisi lainnya.

Pergerakan ini yang nantinya akan membuka atau menutup suplai listrik pada sebuah aliran listrik.

5. Reed Relay

Reed Relay

Yang terakhir adalah Reed Relay yang terdiri dari strip magnetik bernama reed.

Reed ini nantinya akan diletakkan dalam tabung yang akan memicu gelombang elektromagnetik.

Saat gelombang elektromagnetik muncul, akan ada koil pelilit tabung pembungkus reed yang membuat aliran listrik tertutup atau terbuka.

Fungsi Relay

Jika melihat pengertian relay pada pembahasan diatas, dapat dilihat bahwa fungsi utama relay adalah untuk memulai atau menghentikan suplai listrik.

Namun ternyata relay memiliki banyak fungsi yang lebih kompleks daripada sekedar mengalirkan arus.

Karenanya, berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut tentang apa saja kegunaan relay pada instalasi listrik:

1. Mengendalikan Arus Listrik

Seperti yang sudah disebutkan diatas, relay adalah saklar yang bisa dikatakan sebagai pintu keluar dan pintu masuk arus listrik.

Selain itu, beberapa relay berfungsi untuk mengatur besaran arus listrik yang akan dialirkan pada rangkaian.

Dari sini bisa disimpulkan bahwa fungsi relay adalah untuk mengendalikan keluar masuknya arus listrik.

2. Kontrol Panel Rangkaian Listrik

Peran relay sebagai kontrol panel listrik akan ditemukan pada rangkaian dengan kontaktor.

Biasanya jenis ini akan ditemukan pada kontaktor yang output arus listriknya besar.

Disinilah peran relay untuk mengendalikan agar arus listrik yang dikeluarkan oleh kontaktor tidak terlalu besar sehingga tidak terjadi kerusakan pada rangkaian.

3. Kontrol Digital Listrik

Yang ketiga adalah menjadi kontrol digital bagi rangkaian listrik.

Hal ini akan berguna ketika relay harus berurusan dengan rangkaian yang sinyalnya rendah dan tingkat sensitivitasnya sedang.

Namun rangkaian ini diharuskan untuk bekerja cepat dengan kualitas output aliran yang tinggi.

Di bagian ini, relay akan berperan menjadi kontrol digital pada rangkaian listrik.

4. Perantara Pada Kontaktor dan PLC

Pada sebuah rangkaian listrik akan ditemui kontaktor dan PLC.

PLC adalah komponen utama yang mengendalikan rangkaian listrik dan akan mendapatkan asupan listrik dari kontaktor.

Namun kontaktor dan PLC tidak bisa bertemu secara langsung karena beberapa arus listrik terlalu besar sehingga harus melalui relay untuk dijadikan ukuran yang bisa diterima oleh PLC.

5. Pelindung Kelistrikan

Fungsi ini bisa ditemukan pada klakson kendaraan bermotor.

Pemasangan relay untuk melindungi klakson kendaraan bermotor bisa mencegah kerusakan pada mesin dan klakson kendaraan.

Hal ini dikarenakan kedua komponen pada kendaraan tersebut sama-sama menghasilkan arus listrik yang kuat dan bisa saling merusak jika tidak ada pelindungnya.

Instalasi listrik tanpa adanya relay rasanya sama saja dengan roti tanpa selai, tidak lengkap.

Setelah selesai membaca artikel ini, pasti muncul pemahaman tentang relay pada aliran listrik.

Dengan penjelasan singkat tentang pengertian relay beserta jenis dan fungsinya di atas, relay tidak lagi menjadi hal yang asing di telinga.

Rate this post

Leave a Comment