Pengertian Drainase

Drainase memiliki peran yang sangat penting bagi lingkungan. Kondisi drainase yang buruk dapat menyebabkan berbagai macam bencana seperti banjir.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kondisi drainase harus segera diperbaiki terlebih lagi jika musim hujan telah menerpa.

Banyak orang yang mengetahui bentuk dari drainase namun belum mengerti pengertian drainase.

Untuk itu, informasi ini patut disimak.

Apa Itu Drainase?

Apa Itu Drainase

Drainase tentu sudah akrab sekali di telinga masyarakat karena hidup secara berdampingan.

Pengertian drainase sendiri yaitu pembuangan air dengan jumlah tertentu baik secara alamiah maupun buatan yang berasal dari bawah maupun permukaan dari suatu tempat.

Di wilayah perkotaan, air yang masuk ke dalam drainase bisa berupa air limbah maupun air yang berasal dari hujan.

Umumnya, drainase dibagi menjadi dua yaitu yang sudah ada secara alami dan yang dibuat oleh manusia.

Drainase alami merupakan tanah yang mampu menyerap air dalam kadar tertentu.

Pada perkotaan besar, tentu saja membutuhkan drainase yang buatan karena debit airnya terlalu tinggi sehingga membutuhkan tempat yang lebih besar.

Pengertian drainase tersebut tentu harus dipahami oleh siapapun karena setiap hari harus berdampingan dengannya.

Ciri dari drainase yang bagus adalah tidak adanya bencana banjir yang melanda.

Dewasa ini banyak sekali bencana banjir yang menghampiri kota-kota besar di Indonesia sehingga masalah drainase ini harus segera diperbaiki.

Jenis Drainase

Jenis Drainase

Masyarakat yang telah mengetahui pengertian drainase harus mengetahui juga jenis drainase yang ada di lingkungan.

Tentu saja setiap jenis tersebut memiliki kegunaannya masing-masing.

Setiap masyarakat pun harus mengerti kegunaannya agar tidak salah paham.

Berikut ini adalah beberapa jenis drainase yang patut untuk disimak:

1. Drainase Alami

Dilihat dari namanya saja sudah jelas bahwa drainase ini dibuat sendiri oleh alam tanpa ada campur tangan dari manusia secara langsung.

Media dari drainase ini adalah tanah yang memang sudah ada sejak bumi ini dibuat.

Fungsi dari tanah tersebut adalah untuk menyerap air dalam jumlah tertentu untuk kemudian dialirkan lagi ke sungai.

Air yang ada di dalam tanah akan terus berjalan menuju tempat yang sanggup untuk menampung air dalam jumlah yang banyak.

Tempat tersebut adalah sungai yang secara alami terbentuk oleh alam karena adanya air yang menuju ke tempat tersebut.

Adanya daerah resapan yang baik berupa tanah membuat bencana banjir dapat terhindarkan.

2. Drainase Buatan

drainase buatan

Drainase buatan merupakan sebuah saluran air yang memang sengaja dibuat oleh manusia.

Biasanya, alasan mengapa dibuat drainase buatan adalah tidak adanya resapan air yang menggunakan tanah.

Di daerah perkotaan besar tentu saja banyak sekali tanah yang dijadikan sebagai bangunan sehingga daerah resapannya masih kurang.Tak jarang banjir pun sering terjadi.

Solusi yang paling jitu untuk mengatasi banjir tersebut adalah dengan membuat drainase buatan yang letaknya berada di bawah permukaan tanah.

Proses pembuatan drainase ini membutuhkan beberapa komponen seperti gorong-gorong, selokan yang terbuat dari beton ataupun baju, dan yang paling dibutuhkan selanjutnya adalah pipa.

3. Single Purpose

Drainase Single Purpose

Apabila dilihat dari namanya, drainase yang satu ini tentu saja hanya dibuat untuk mengalirkan satu macam air saja.

Tujuannya memang bagus yaitu agar air tersebut tidak tercampur dengan jenis air yang lainnya dan tidak membuat drainase menjadi cepat penuh.

Jenis drainase yang satu ini biasanya digunakan untuk mengalirkan air hujan saja.

Pengairan air hujan tentu harus memiliki kualitas yang bagus. Terlebih lagi di wilayah perkotaan yang memiliki curah hujan tinggi.

Sistem drainase yang bagus menjadi syarat mutlak agar bencana banjir dapat terhindarkan.

Pembuatan drainase ini pun harus menggunakan bahan yang berkualitas agar tidak mudah terkikis oleh derasnya air.

4. Multi Purpose

Drainase Multi Purpose

Pengertian drainase multi purpose adalah jenis drainase yang memiliki beberapa fungsi dalam sistem pengairannya.

Biasanya terdapat dua fungsi sekaligus yaitu untuk mengalirkan air yang berupa limbah rumah tangga dan juga air hujan.

Kedua jenis air tersebut dapat berjalan secara berdampingan. Kunci dari jenis drainase ini adalah memiliki ruang yang besar agar mampu menampung keduanya.

Saluran drainase ini biasanya digabungkan karena sudah tidak ada tempat yang lain lagi sehingga mau tidak mau salurannya harus digabung.

Biasanya di kota-kota besar memang minim untuk daerah resapannya sehingga tidak masalah jika dalam satu saluran digunakan untuk 2 jenis air sekaligus.

Hal yang terpenting adalah salurannya memiliki kualitas yang bagus agar awet.

5. Saluran Terbuka

Drainase saluran terbuka

Saluran drainase yang terbuka bukanlah sebuah masalah yang berarti karena biasanya digunakan untuk menampung air hujan.

Jenis drainase ini tidak memiliki penutup yang rapat sehingga dapat terkontaminasi dengan udara luar.

Syarat jika ingin menggunakan drainase jenis ini adalah lubang yang terbuka jangan terlalu lebar karena benda-benda lain dapat masuk ke dalamnya yang mengakibatkan sumbatan.

6. Bentuk Siku

drainase bentuk siku

Drainase yang satu ini memiliki bentuk yang tidak biasanya yaitu membentuk sudut 90 derajat.

Hal ini bertujuan agar air dapat dengan cepat menuju ke sungai. Biasanya drainase bentuk siku dibuat karena bentuk permukaan relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan sungainya.

Fungsi dari drainase ini adalah sebagai wadah untuk pembuangan akhir yang berada di tengah kota.

Informasi mengenai pengertian drainase beserta dengan jenisnya tersebut dapat disimak dengan baik agar tidak salah lagi dalam mengartikannya.

Beberapa informasi tersebut tentu penting sebagai pengetahuan umum agar tidak salah ketika ada orang yang menanyakan.

Sekarang, masyarakat pun dapat membedakan setiap jenis drainase yang ada di lingkungan sekitar. Jangan sampai salah lagi ya.

Rate this post

Leave a Comment