Pengertian dan Fungsi Wiring Diagram

Wiring diagram adalah salah satu skema ketika para instalator hendak merangkai sebuah peralatan listrik.

Oleh karena itu, keberadaannya sangat diperlukan, terutama saat membangun rumah atau gedung.

Rangkaian tersebut tidak boleh dibuat asal-asalan.

Karena harus menggunakan pola, yakni diagram perkabelan ini agar nantinya

mempermudah pekerjaan. Untuk lebih mengenalnya, simak uraian berikut.

Pengertian Wiring Diagram

Apakah pernah berpikir jika lampu yang menyala di beberapa ruangan sekaligus itu harus melewati perancangan sebelumnya? Mulai dari di mana posisi kabel sampai penyusunan beberapa komponen. Dan proses tersebut dibantu oleh sebuah skema.

Wiring diagram adalah pola yang akan membantu ketika melakukan perencanaan instalasi di tempat tertentu, seperti halnya hunian.

Melalui wiring diagram, para instalator akan tahu bagaimana detail dari kelistrikan yang akan dibuat, baik untuk industri atau rumah.

Selain itu, dalam skema tersebut juga digambarkan mengenai hubungan dari satu komponen dengan lainnya.

Misalnya saja antara saklar dan lampu. Nantinya, rancangan itu dituliskan menggunakan simbol kelistrikan, seperti silang atau lingkaran.

Bisa dikatakan, wiring diagram berperan sebagai peta. Yang mana didalamnya berisi banyak petunjuk.

Melalui simbol di sana akan diketahui berapa banyak komponen yang diperlukan dan bagaimana aliran arus listrik.

Bahkan hanya dengan melihat skema tersebut bisa mengerti kegunaan dari alat elektronik.

Jadi dapat dibayangkan bagaimana fungsi signifikan yang dimilikinya.

Fungsi Wiring Diagram

Sudah dikatakan bahwa wiring diagram adalah skema yang menjadi peta bagi para instalator.

Tentu keberadaannya memiliki fungsi yang sangat berpengaruh terhadap kegiatan instalasi kelistrikan.

Dan berikut ini beberapa kegunaan yang dapat diuraikan:

1. Meminimalisir Kesalahan Saat Pemasangan

Fungsi inilah yang mungkin banyak dirasakan oleh para teknisi.

Dan juga bisa menjadi alasan mengapa wiring diagram perlu dibuat sebelum melakukan pemasangan terhadap peralatan kelistrikan pada bangunan.

Sebab dalam pola tersebut termuat gambaran tentang tata letak dan penempatan yang tepat dari semua komponen.

Karena gambaran itulah, bisa dipastikan bahwa kesalahan yang biasa dilakukan lebih diminimalisir. Bahkan mungkin saja tidak akan terjadi.

Para instalator juga dapat menyambungkan dengan tepat antara stop kontak, lampu, serta saklar.

2. Membantu Perencanaan Komponen

Fungsi berikutnya ini juga tak kalah penting daripada yang pertama.

Karena dengan disusunnya wiring diagram, maka secara tidak langsung sama saja telah membantu proses perencanaan.

Pola tersebut akan memberikan gambaran secara mendetail berapa banyak komponen yang diperlukan. Juga jenisnya apa saja.

Melihat kegunaan tersebut, tentu bisa dikatakan jika wiring memang menjadi salah satu penentu lancar tidaknya pemasangan dari suatu instalasi kelistrikan.

Hanya dengan membuat pola tersebut maka sama dengan mendata segala keperluan.

Itu artinya, pembangunan yang telah dirancang semakin mudah untuk direalisasikan.

3. Memudahkan Proses Perbaikan dan Perawatan

Ketika para teknisi membuat diagram pengkabelan, maka secara otomatis tahu seluk beluk dari instalasi yang telah dipasang.

Terutama letak komponen dengan detail. Mulai dari jalur kabel listrik yang dilewati, penempatan stop kontak, juga komponen-komponen lainnya.

Karena itulah, wiring diagram memiliki fungsi yang signifikan.

Jika nanti sewaktu-waktu ditemukan adanya kerusakan pada sistem kelistrikan di rumah, maka akan lebih mudah ditangani.

Sebab sudah hafal benar posisi masing-masing komponen.

Apabila melihat hal ini, tentu wiring diagram mempunyai peran penting dalam hal maintenance. Proses perawatan juga menjadi terbantu.

4. Mempersingkat Waktu

Apabila merangkum semua fungsi yang telah diuraikan, maka kegunaan terakhir inilah yang menjadi tujuan utamanya.

Tanpa disadari, wiring diagram akan membantu para teknisi untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat.

Waktu pemasangan instalasi kelistrikan di rumah atau bangunan juga lebih singkat daripada tidak membuat pola sebelumnya.

Fungsi ini bisa diberikan karena sudah ada rancangan yang dibuat. Oleh karena itu, para teknisi lebih mengerti sebaiknya arus listrik dipasang di mana.

Sehingga tidak perlu lagi mengira-ngira dan malah keliru setelahnya.

Jadi, sebaiknya buatlah skema tersebut, terutama jika ingin membangun rumah.

Contoh Wiring Diagram

Wiring diagram adalah pola yang bisa diterapkan di berbagai instalasi.

Bukan hanya pada rumah, tapi juga dapat digunakan untuk merancang sistem kelistrikan pada industri ataupun kendaraan.

Untuk uraian lebih lanjut, akan dijelaskan berikut:

1. Single Line Diagram di Instalasi Rumah

Single Line Diagram

Yang pertama ini merupakan contoh dari wiring diagram berupa single line.

Mendapatkan sebutan tersebut karena memang mempunyai satu garis saja. Model seperti ini bertugas menghubungkan antara sambungan kabel dengan komponen.

Yang mana biasanya terdapat pada instalasi kelistrikan di rumah juga gedung.
Contoh ini memberikan detail yang cukup lengkap.

Beberapa di antaranya adalah ukuran hunian, jumlah ruangan dan lebarnya, banyak komponen, dan lainnya.

Dalam single line menggunakan simbol tertentu, yaitu:

  • Garis: menunjukkan kabel fasa.
  • Silang: sebagai tanda lampu.
  • Garis dengan dua titik di sisinya: simbol dari kabel netral.
  • Lingkaran dengan garis horizontal: menunjukkan saklar.

2. Rangkaian Direct on Line di Motor

Rangkaian Direct on Line di Motor

Selain di rumah, wiring diagram juga bisa ditemukan pada motor dengan jenis Direct on Line. Atau yang juga biasa disingkat dengan DOT.

Rangkaian tersebut tergolong yang paling sederhana. Mengapa demikian? Karena di sana hanya terdiri dari dua tombol, yakni start dan stop. Selain itu, tidak banyak komponen yang dibutuhkan.

3. Panel Hubung Bagi Instalasi Rumah

Panel Hubung Bagi Instalasi Rumah

Contoh selanjutnya ini juga terdapat di instalasi rumah tapi dengan model PHB.

Yang mana desainnya yaitu menentukan dua kelompok, lalu membagikan beban di keduanya.

Informasi yang didapatkan di antaranya adalah besarnya MCB yang terpakai di masing-masing jalur. Juga detail tentang daya hantar maksimal pada kabel.

Setelah membaca penjelasan tersebut tentu sepakat bahwa wiring diagram adalah peta yang sangat penting bagi para instalator.

Jadi, sebelum mulai memasang kelistrikan di rumah, seharusnya membuat pola tersebut.

Sehingga waktu pemasangan lebih cepat dan perbaikan jika ada kerusakan juga mudah dilakukan.

Baca juga: Cara menyambung berbagai jenis kabel

Leave a Comment