Komponen Motor Listrik dan Fungsinya

Keberadaan motor listrik memang belum banyak. Sistem kerja dari motor listrik yaitu mengubah energi listrik menjadi sebuah energi gerak sehingga tidak memerlukan bahan bakar untuk menggerakkannya.

Cara kerja motor ini tidak jauh dari usaha tarik magnet. Masalah komponen motor listrik memang agak berbeda dengan motor biasanya sehingga harus dicermati baik-baik.

Sekilas Informasi Mengenai Motor listrik

Biasanya motor yang beredar di masyarakat memanfaatkan bahan bakar bensin agar dapat bergerak, namun sekarang telah muncul motor yang menggunakan energi listrik.

Motor ini dianggap lebih hemat karena tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk membeli bensin. Memiliki prinsip layaknya magnet yang disertai dengan 2 kutub menjadikannya cukup istimewa dimata masyarakat.

Seperti halnya teori yang sudah ada sejak dulu mengenai magnet bahwasanya kutub yang sejenis akan saling menolak apabila didekatkan, begitu pula sebaliknya.

Untuk masalah jenisnya sendiri, terdapat dua jenis motor bertenaga listrik yang harus dipahami. Pertama motor listrik AC dan yang kedua adalah motor listrik jenis DC.

Komponen Motor Listrik yang Wajib Diketahui

Penting sekali untuk mengetahui komponen motor listrik bagi setiap penggunanya. Setidaknya terdapat 7 komponen motor dan sudah beredar di pasaran.

Berikut ini akan disajikan informasi mengenai komponennya. Pastikan pengguna tidak menghilang begitu saja karena informasi ini begitu penting.

1. Rotor Coil

Rotor Coil

Komponen ini terbuat dari bahan tembaga dan berupa lilitan. Sifat lilitannya yaitu dinamis atau dapat berubah-ubah. Posisi lilitan ini menempel langsung dengan bagian lain yang ada di motor berjenis listrik. Nantinya lilitan ini akan bergerak secara memutar. Fungsi dari bagian ini adalah untuk menggerakan benda yang sebelumnya sudah dililit.

Cara bekerja komponen ini bergantung pada total lilitan. Apabila total lilitannya bertambah banyak, maka putaran yang akan dihasilkan juga bertambah besar. Jumlah lilitan tersebut tentu saja tergantung dari kapasitasnya. Alangkah lebih baik jika kapasitas nya memadai, maka perbanyaklah jumlah lilitannya.

2. Stator Coil

Stator Coil

Mirip dengan bentuk dari ulasan sebelumnya, bagian ini juga berbentuk sebuah lilitan. Perbedaannya yaitu hasil lilitan memiliki sifat yang tetap atau tidak berubah. Posisinya tidak jauh dari rotor.

Perlu diketahui bahwasanya bentuk dari stator berwujud lempengan yang terbuat dari besi serta bagian luarnya dilapisi dengan lilitan tembaga.

Cara kerjanya yaitu dengan mengalirkan arus listrik yang bersumber dari lilitan tersebut. Pada intinya setiap motor listrik terdiri dari 3 stator.

Prinsip kerja yang dianut adalah berasal dari total lilitan yang ada. Apabila semakin bertambah banyak, maka medan magnet yang akan dihasilkan semakin besar dan motor pun akan melaju semakin cepat.

3. Main Shaft

Main Shaft

Komponen ini terbuat dari bahan logam. Bentuknya tidak lebar melainkan memanjang. Fungsinya tidak bisa dianggap remeh karena digunakan sebagai wadah untuk menopang komponen motor listrik yang lain. Pantas jika keadaan dari shaft ini harus terjaga dengan baik supaya mampu menopang bagian lain.

Bahan dari shaft ini terbuat dari bahan alumunium sehingga dapat dipastikan anti karat dan tentunya lebih tahan lama. Aluminium juga dipercaya memiliki kualitas yang bagus sehingga mampu tahan terhadap suhu panas. Menggunakan bahan selain aluminium tentu tidak diperkenankan karena terlalu beresiko dan tidak awet sehingga akan lebih boros penggunaannya.

4. Brush

Brush Mesin

Dilihat dari namanya saja sudah jelas bahwa brush ini adalah sikat. Perbedaan yang mencolok adalah brush yang satu ini dibuat menggunakan tembaga. Siapa sangka bahwa fungsi brush ini sangat penting sekali yaitu untuk menyalurkan arus bertenaga listrik menuju rotor. Pantas saja jika komponen motor listrik ini tidak dapat tergantikan fungsinya karena belum ada bagian lain yang bisa menggantikan.

Cara kerja dari brush ini cukup unik yaitu menghasilkan gesekan yang berguna untuk mengalirkan arus menggunakan arah sejenis meskipun rotor dalam keadaan sedang berputar.

Perlu diketahui bahwa sikat ini yang bertugas mentransfer sebuah arus bertenaga listrik beserta dengan massanya untuk keberlangsungan motor.

Dapat disimpulkan bahwa sikat ini tidak boleh dihilangkan begitu saja.

5. Bearing

Bearing

Keberlangsungan motor tidak akan akan berjalan dengan sempurna tanpa adanya bearing karena digunakan sebagai bantalan supaya putarannya bisa berjalan lebih smooth. Bantalan ini berada di tengah-tengah antara motor housing dan juga permukaan poros.

Perlu diketahui bahwasanya bahan yang digunakan pada bearing ini merupakan aluminium dengan spesifikasi daya gesek ringan. Hal tersebut menjadikannya putaran motor semakin mulus.

6. Motor Housing

Motor Housing

Rumah motor merupakan bagian yang digunakan sebagai pelindung karena letaknya berada di bagian luar. Kegunaan atau fungsi dari rumah motor ini tidak boleh dianggap sepele karena mampu melindungi bagian-bagian yang ada di dalamnya.

Selama rumah motor ini tidak bermasalah, maka bagian yang ada di dalamnya akan tetap aman terkendali.

7. Drive Pulley

Drive Pulley

Tak banyak orang yang mengetahui bahwa posisi dari bagian ini berada ada di bagian ujung paling luar. Fungsi yang tidak kalah penting dari bagian ini adalah mentransfer putaran motor supaya mampu bergerak ke bagian yang lain. Bagian ini selalu siap untuk dihubungkan dengan bagian yang lain agar motor dapat bergerak dengan leluasa.

Informasi mengenai komponen motor listrik tersebut tidak boleh diabaikan begitu saja. Dengan mengerti setiap komponennya secara detail, maka pengguna akan lebih paham dan jika terjadi kerusakan tidak merasa bingung.

Pastikan informasi tersebut disimak dengan baik agar tidak ada satu informasi pun yang terlewatkan.

Rate this post

Leave a Comment