Jenis dan Fungsi transformator

Dari yang terlihat saja, rangkaian listrik tidak pernah terlihat mudah karena memang banyaknya komponen yang salah satunya adalah Transformator.

Tapi sebenarnya apa itu transformator? Lalu dimana bisa dijumpai jenis-jenis dan fungsi transformator? Artikel ini akan membahas selengkapnya.

Tentang Transformator?

Transformator pada umumnya disebut trafo, yaitu bagian dari rangkaian listrik.

Trafo akan ditemukan di rangkaian listrik AC atau aliran listrik bolak-balik.

Jika aliran listrik searah atau DC, tidak akan ditemukan transformator karena memang bukan peruntukannya.

Trafo memanfaatkan induksi elektromagnetik yang dihasilkan oleh kumparan yang dimiliki trafo.

Kumparan-kumparannya akan dihubungkan pada induk dan beban untuk memunculkan tarikan listrik sekunder.

Dari sini, trafo menjalankan tugasnya yaitu pengubah ukuran tegangan arus listrik.

Jenis-Jenis Transformator?

Umumnya, jenis dan fungsi transformator hanya digolongkan menjadi dua.

Karena peran utamanya mengubah besaran tegangan, maka tugasnya tentu saja memperbesar dan memperkecil tegangan.

Namun ternyata kebutuhan trafo semakin besar sehingga jenisnya dikembangkan menjadi 7 macam transformator dibawah ini:

1. Step – Up Transformator

Step - Up Transformator

Bentuk transformator paling dasar tergambarkan dengan baik oleh Step – Up Trafo.

Transformator ini bisa ditandai dengan jumlah pilinan pada kumparan dimana bagian sekundernya lebih banyak.

Dengan perangkaian yang semacam ini, Step – up transformator melakukan tugasnya untuk menambah besaran tegangan arus listrik.

2. Step-Down Transformator

Step-Down Transformator

Trafo jenis Step – down juga merupakan trafo jenis yang paling dasar. Step – down transformator memiliki cara kerja yang berlawanan dengan Step – up.

Jika Step – up transformator memperbesar besaran tegangan, maka Step – down memperkecil tegangan.

Supaya bisa melakukan tersebut, jumlah pilinan primernya dibuat lebih banyak.

3. Transformator Auto

Transformator Auto

Jenis ini bisa ditandai dengan ukuran bodinya yang ramping.

Penyebabnya adalah kedua bagian lilitannya berada dalam satu lilitan.

Meski begitu Transformator Auto digadang memiliki hasil kerja yang sangat luar biasa meski jika dilihat dari ukurannya akan membuat orang-orang meremehkannya.

4. Transformator Auto Variabel

Sama dengan jenis yang sebelumnya, Transformator Auto Variabel memiliki bentukan yang cenderung kecil.

Bedanya, bagian tengah trafo jenis ini bisa dibuka dan diubah.

Tujuannya untuk menyesuaikan jumlah pilinan dengan kebutuhan pengubahan ukuran arus yang dibutuhkan.

5. Transformator Isolasi

Selanjutnya Trafo jenis Isolasi. Penataan trafo ini sama dengan transformator pada umumnya yang memiliki dua bagian pilinan pada tubuhnya.

Jika beberapa trafo salah satu lilitannya pasti lebih banyak, kedua pilinan trafo isolasi jumlahnya sama banyak.

Alhasil, besar arus yang dikeluarkan pun sama besarnya.

6. Transformator Pulse

Transformator Pulse

Transformator Pulse digunakan pada rangkaian yang membutuhkan output berupa magnetic flux.

Karenanya, trafo jenis ini membutuhkan bahan material yang bisa menaikkan arus dengan cepat.

Jika arus bisa naik dengan cepat, maka arus listrik bisa dengan mudah berubah menjadi magnetic flux yang dibutuhkan.

7. Three Phase Transformator

Sesuai namanya, trafo jenis ini bekerja dalam 3 tahap menggunakan tiga pilinan primer dan tiga pilinan sekunder.

Dengan menggunakan trafo tiga fase ini, penggunaan akan menjadi ekonomis karena hanya membutuhkan 1 trafo untuk menghasilkan 3 tegangan.

Apa Saja Kegunaan Transformator Berdasarkan Jenisnya?

Seperti yang sudah diketahui, jenis dan fungsi transformator yang utama adalah trafo untuk memperbesar tegangan dan trafo untuk memperkecil tegangan.

Namun karena kini jenis trafo sudah sangat banyak, maka fungsi trafo pun juga menjadi beragam.

Berikut ini penjelasan lengkap fungsi transformator jika dilihat dari jenisnya:

1. Kegunaan Step – Up Transformator

Sesuai namanya, Step – up trafo memiliki fungsi paling dasar yaitu memperbesar besaran tegangan listrik.

Biasanya trafo seperti ini ditemukan di alat listrik yang membutuhkan arus besar untuk beroperasi.

Listrik keluaran induk akan diproses melalui lilitan dan memunculkan tegangan yang lebih besar.

2. Kegunaan Step – Down Transformator

Masih sama dengan jenis Step – up, fungsi trafo jenis Step – down juga merupakan fungsi dasar memperkecil tegangan listrik.

Alat-alat bersumber tenaga listrik rumahan membutuhkan trafo jenis ini untuk mengubah tegangan listrik bangunan yang sangat besar untuk disesuaikan dengan kebutuhan alat-alat elektronik tersebut.

3. Kegunaan Transformator Auto

Meski ukuran bodinya ramping, Autotransformator bisa diandalkan dalam melakukan tugasnya.

Seperti trafo biasanya, Autotransformator kegunaan dasarnya adalah untuk mengubah besarnya tegangan menjadi lebih besar atau lebih kecil.

Namun jika dilihat dari segi isolasi, trafo jenis ini tidak memiliki kemampuan untuk mengisolasi output tegangan.

4. Kegunaan Transformator Auto Variabel

Trafo jenis ini juga masih dalam bentuk satu lilitan dua tegangan. Fungsi utamanya tentu saja memperbesar atau memperkecil tegangan listrik.

Namun jika Autotransformator biasa memiliki dua jenis berbeda, Autotransformator Variabel tidak memerlukan itu.

Bagian tengahnya bisa dibuka untuk menyesuaikan jumlah lilitan sesuai perubahan yang diinginkan.

5. Kegunaan Trafo Isolasi

Jika kebanyakan transformator fungsi utamanya memperbesar atau memperkecil besaran arus, transformator jenis ini sedikit berbeda.

Tugas transformator Isolasi adalah mengubah arah yang tadinya arus searah menjadi bolak-balik.

Setelah diubah, trafo akan mengisolasi tegangan listrik yang dihasilkan tanpa memberikan perubahan ukuran tegangan.

6. Kegunaan Pulse Trafo

Pulse Trafo digunakan pada rangkaian listrik yang membutuhkan magnetic flux.

Kemampuan utamanya adalah menaikkan arus dengan cepat lalu berhenti ketika sudah didapatkan fluks magnet.

Pulse trafo memanfaatkan kejenuhan material untuk melaksanakan tugasnya.

7. Kegunaan Three Phase Trafo

Yang terakhir adalah Three Phase Transformator. Trafo ini lilitan primernya berjumlah tiga dan disusun dalam formasi bintang seperti huruf Y.

Lilitan sekundernya memiliki formasi seperti lambang delta(Δ).

Tiga arus listrik bisa disambungkan menjadi satu dan diubah sekaligus menjadi tiga keluaran arus listrik yang berbeda.

Itulah 7 jenis dan fungsi transformator yang banyak ditemukan.

Ternyata peran transformator sangat besar dalam sebuah rangkaian listrik.

Setelah menyimak keseluruhan artikel ini, pembaca akan mendapatkan pengetahuan tentang apa itu transformator beserta jenis dan fungsinya.

Rate this post

Leave a Comment